Fetish

Sebagian besar orang mungkin sudah mengerti dan tahu mengenai fetish, hal ini didasarkan begitu banyaknya fetish menyimpang yang sedang terjadi saat ini. Fetish merupakan suatu stimulus atau rangsangan dalam bentuk objek yang membuat seseorang merasa bergairah untuk mendapatkan kepuasan seksual. Apakah fetish hanya dalam konteks seksual ? Jawabannya tidak, fetish juga bisa dalam konteks bukan seksual, misalnya dalam mencium aroma atau wangi tertentu seseorang dapat menjadi semangat dalam melakukan aktifitas sehari-harinya.

Iklan

Fetish juga bisa dalam bentuk objek dalam anggota tubuh, misal kaki, bentuk dada, bibir, otot, dan sebagainya yang membuat seseorang menjadi bergairah atau meningkatkan gairah seksual. Bentuk-bentuk fetish yang umum terjadi yaitu seperti :

  1. Agalmatophilia; ketika seseorang lebih tertarik secara seksual pada mannequin, patung, boneka dan objek sejenisnya.
  2. Psychrophilia; seseorang akan terangsang dan bergairah untuk bercinta dengan benda-benda singin atau dalam keadaan dingin,
  3. Frotteurism; terangsang ketika menyentuh orang asing di keramaian
  4. Gerontophilia; merupakan fetish atau fantasi terhadap orang yang lebih tua
  5. Masochism; fetish terhadap rasa sakit atau sakit fisik maupun psikologis
  6. Katoptronophilia; merupakan fetish ketika berhubungan seksual di depam cermin.

Dan masih banyak lagi bentuk dan jenis fetish yang ada di dunia. 

Setiap orang memiliki fetish yang berbeda-beda, dan hal tersebut merupakan hal wajar. Namun yang membuat hal tersebut salah, ialah karena perilaku yang menyimpang yang di lakukan oleh orang tersebut. Perilaku menyimpang yang dimaksud adalah perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, merendahkan, melecehkan hingga melakukan fetish tersebut dengan berlebihan dan membuat orang tersebut melakukan tindakan seksual yang menyimpang.

Dalam hal ini banyak perilaku menyimpang dalam seksual, seperti:

  1. Ekshibisionisme; perilaku gangguan ini akan sangat senang sekali mempertunjukan atau memperlihatkan alat kelamin di depan orang lain, bahkan perilaku ini mau untuk bermasturbasi di tempat umum. Dengan perilaku tersebut, seseorang akan menikmati sensasi seksual atau bergairah pada saat itu.
  2. Froteurisme; perilaku ini sangat senang sekali menggesekan alat kelamin pada tubuh orang lain, dan biasa dilakukan pada orang yang tidak di kenal, contoh kasus biasa terjadi di tempat keramaian atau transportasi umum
  3. Nekrofilia; seseoranh akan mendapatkan kepuasan seksual pada saat melakukan kegiatan seksual dengan mayat.
  4. Zoofilia; mendapatkan kepuasan seksual ketika berhubungan seksual dengan binatang
  5. Paedofilia; seseoranh memiliki rasa tertarik, pikiran fantasi, hingga akitivitas seksual dengan anak-anak di bawah 13 tahun. 
  6. Voyeurisme; dimana seseoranh mendapatkan kepuasan seksual dengan mengintip orang lain pada saat mandi, ganti pakaian, hingga aktifitas seksual, sehingga orang tersebut mendapatkan kepuasan seksual.

“Bencilah dosanya, cintai orang berdosa.”

Mahatma Gandhi

Diatas ialah beberapa penyimpangan seksual umum dari fetish yang muncul. Penyimpangan seksual tersebut memiliki dampak yang sangat merugikan bagi orang lain. Fetish sebenarnya merupakan hal yang wajar dimiliki setiap orang dalam meningkatkan gairah atau aktifitas seksual dengan pasangan, namun yang menjadi masalah ketika fetish tersebut menjadi perilaku yang menyimpang.

Sebagian besar orang akan menyangkal atau tidak merasa bahwa memiliki perilaku menyimpang dalam seksual. Akan terdapat penyangkalan dari orang tersebut. Lalu apakah yang dapat dilakukan ? Tentu mendapatkan perhatian dari orang terdekat, bantu dan peduli terhadap orang yang sedang mengalami perilaku menyimpang dalam seksual. Karena jika dengan persekusi, atau penghakiman justru akan menimbulkan permasalahan yang baru. Jika anda sudah menyadari mengalami perilaku menyimpang seksual segera untuk mendatangi tenaga ahli yang profesional.  Tidak ada kata terlambat dalam melakukan perubahan yang besar dalam hidup.

Sekian dari saya semoga anda mendapatkan hal baru yang dapat di pelajari dan di bagikan kepada orang sekitar anda. Namun jika ada hal yang kurang dimengerti saya persilahkam untuk menuju bawah web dengan terdapat bagian komentar atau mengunjungi bagian contact me.

Terima kasih

Iklan

Post Traumatic Stress Disorder

Post traumatic stress disorder atau PTSD memiliki arti gangguan psikologis yang di sebabkan oleh kejadian atau suatu peristiwa yang tidak menyenangkan yang di alami oleh penderita dan membuat penderita menjadi traumatis. Banyak kejadian yang tidak menyenangkan menjadikan seseorang mengalami PTSD, seperti bencana alam, musibah, pencurian, kerusuhan, pelecehan seksual hingga kejadian-kejadian yang mengandung unsut emosi negatif di dalamnya.

Setelah kejadian traumatis tersebut, penderita PTSD akan mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bermimpi buruk, khawatir, gelisah, cemas, sampai penderita benar-benar dapat mengendalikan pikiran dan perasaannya agar dapat menerima kembali kejadian yang pernah dialaminya. Dalam proses penyembuhan hingga penerimaan diri, hal ini dilakukan upaya tidak sebentar atau hanya sekejap, butuh proses dalam pemulihan/ mental healing, dan selama itu juga penderita akan merasakan dampak dari PTSD tersebut.

Kejadian yang di alami seseorang memiliki rentang waktu yang berbeda sebelum menjadi PTSD. Bisa satu minggu, satu bulan, atau satu tahun kemudian. Hal ini tergantung dari dampak yang di terima dari si penderita. hingga efek yang di rasakan bisa hilang dalam waktu yang lama, namun jika dalam kurun waktu kurang lebih 1 bulan sudah hilang, penderita dapat di katakan mengalami gangguan stress akut.

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual four text revision (DSM-IV TR), pada gangguan PTSD memiliki kriteria sebagai berikut :

  1. Pernah mengalami kecelakaan atau pernah terancam mati, mengalami cedera atau kekerasan seksual, baik secara langsung atau pernah menyaksikan
  2. Mengalami gejala  di bawah ini lebih dari satu bulan :
  • Mengalami mimpi buruk, kilas balik, ketakutan akan terjadi lagi.
  • Melakukan penghindaran seperti menutup diri, tidak ingin berbagi permaslahan tentang masalah tersebut
  • Mengalami dua atau lebih gejala ini : phobia, khawatir, depresi, menyalahkan diri sendiri
  • Mengalami sulit tidur, agresif atau suka marah-marah, sensitif, dan merasa tegang.

Jika dari anda memiliki ciri dari gejala yang muncul seperti yang telah saya katakan di atas, di harapkan untuk segera mengunjungi tenaga ahli yang profesional, agar permasalahan anda dapat segera di atasi. Terutama jika anda sampai ingin melukai diri sendiri atau orang terdekat, hal ini patut di waspadai. Cara tepat yang dapat di berikan pada penderita PTSD yaitu dengan beberapa hal, seperti :

  1. Pemberian obat-obatan, obat yang dimaksudkan yaitu untuk mengurangi dampak dari PTSD seperti kecemasan, depresi hingga gangguan sulit tidur yang di berikan oleh tenaga profesional. contoh obat seperti paroksetin.
  2. Melakukan Konseling, cara ini dapat membantu seseorang membuka dirinya agar dapat menerima kejadian yang pernah di alami,
  3. CBT (Cognitive Behavior Therapy), seseorang yang mengalami PTSD memiliki pemikiran negatif, perasaan, kekhawatiran yang membuat seseorang cemas dan sebagainya, sehingga CBT dapat membantu mengubah pola pikir yang ada pada penderita.
  4. Hypnotherapi, pemberian hypno juga merupakan hal yang efektif, dalam hypno dapat membantu penderita pasien mengeluarkan emosi-emosi negatif yang terdapat dalam alam bawah sadarnya.
  5. Melakukan Teknik Relaksasi, relaksasi yang di maksud dapat berupa relaksasi pernafasan, hingga pikiran

“Ketika Anda benar, Anda tidak perlu marah. Ketika Anda salah, Anda tidak punya hak untuk marah.”

Mahatma Gandhi

Dalam membantu proses penyembuhan, Akitifitas juga dapat di berikan beberapa hal kepada penderita PTSD, seperti :

  1. Melakukan kegiatan yang di senangi, misal seperti mengambar, menulis dan sebagainya,
  2. Melakukan kegiatan berolahraga dan pola hidup sehat,
  3. Dukungan sosial dari lingkungan sekitar seperti menghabiskan waktu dengan keluarga dan orang spesial, hal ini sangat membantu penderita PTSD
  4. Melakukan kegiatan positif lainnya.

Sekian pembahasan mengenai PTSD (post traumatic stress disorder), semoga mendapatkan hal baru dari tulisan saya ini. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan menuju kolom komentar di bawah atau mengunjungi bagian contact me.

Terima kasih

Iklan

Posesif Tanda Cinta ?

Pertama sebelum membahas lebih dalam, alangkah baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu arti cinta dan arti posesif, disini saya akan mengartikan kedua kata tersebut dengan artian baku dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) agar lebih baku. Berdasarkan KBBI, cinta memiliki arti suka sekali; kasih sekali; terpikat; dan ingin sekali, yang dapat saya simpulkan bahwa cinta merupakan perasaan atau emosi positif yang diberikan terhadap suatu hal baik orang, benda atau hal lainnya di dalam kehidupan seseorang.

Kemudian, bagaimana arti posesif pada KBBI yaitu bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu. Dari kedua arti di atas saya menyimpulkan posesif merupakan sifat seseorang yang merasa memiliki, menguasai, dan memiliki sifat cemburu. Lalu bagaimana kah hubungan kedua kata tersebut? Dalam menjalin hubungan, baik pada pasangan suami istri atau pasangan lainnya tentu harus di dasarkan oleh dasar perasaan, seperti rasa sayang, kasih, maupun cinta. Namun bagaimana jika perasaan cinta yang dimiliki seseorang membuat dirinya menjadi berlebihan dalam berbagai hal dalam hubungan.

Hal berlebihan yang di maksud ialah seperti mengatur kebebasan pasangan, tidak ada nya privasi, mengatur kegiatan, ikut terhadap segala sesuatu, harus menjaga jarak dengan lawan jenis, selalu memberikan update lokasi, memantau dari aplikasi, memasang GPS, hingga mengkloning kan akun sosial media pasangan. Hingga sifat posesif ini lah yang terkadang membuat pasangan merasa tertekan dan dapat berakhir ke pertengkaran.

Apakah posesif atau perasaan memiliki hal wajar ? tentu hal tersebut wajar, setiap orang pasti memiliki perasaan ingin memiliki sesuatu dan menjaganya, namun yang menjadi persoalan ketika hal tersebut menjadi beban atau membuat masalah baru. Contoh nya seorang pekerja marketing yang memiliki pekerjaan untuk bertemu orang baru setiap harinya, namun pasangan yang posesif tentu hal ini menganggu, dan memberikan batasan pada pasangannya. Hal ini menjadi tekanan bagi pekerja tersebut dan tentu akan menimbulkan masalah baru.

“Kebahagiaan adalah ketika apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda katakan, dan apa yang Anda lakukan selaras.”

Mahatma Gandhi

Seseorang memiliki alasan tersendiri mengapa menjadi posesif, pada umumnya karena kenangan pada masa lalu yang tidak menyenangkan, misal pasangan selingkuh. kemudian bisa karena lingkungan hingga budaya, misal dalam ajaran atau budaya tertentu untuk selalu mengikuti kemana pun pasangannya pergi, karena akan dianggap pamali jika jauh atau tidak dekat dengan pasangan pada suami atau istri. Kembali lagi saya tekankan hal tersebut tidak menjadi masalah hingga membuat masalah baru.

Disisi lain, terdapat dampak pada seseorang yang memiliki sifat posesif. Dampak ini bisa berupa pada kesehatan, hingga psikologis. Contohnya bisa menjadi beban pikiran, hal ini jika terjadi terus menerus tentu akan mempengaruhi kesehatan. Beban pikiran bisa berupa curiga, khawatir, dan pikiran negatif lainnya. Selain itu bisa memunculkan gangguan kecemasan, Obsessive-compulsive disorder (OCD), hingga terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Yang harus anda lakukan untuk mengurangi sifat posesif yaitu bisa seperti mengubah pola pikir yang anda miliki, percayakan terhadap pasangan anda, munculkan pikiran-pikiran positif, tanamkan nilai-nilai pada diri anda dan pasangan anda. Serta bagi anda yang sedang merasakan posesif dari pasangan, bantu dan beri dukungan pada pasangan anda, berikan kepadanya rasa aman dan percaya, hal ini membantu pasangan anda yang memiliki sifat posesif untuk mengurangi sedikit demi sedikit.

Kesimpulan dari tulisan saya ini, bahwa posesif merupakan bukan tanda seseorang cinta terhadap pasangannya, namun lebih pada sifat memiliki dan menguasai secara berlebihan. Hal ini berlaku bagi pasangan yang merasa tertekan dan menimbulkan permasalahan baru hingga memunculkan pertengkaran. Segala sesuatu yang berlebihan tentu lah tidak baik. Mencintai sewajarnya, menyayangi sewajarnya sama hal nya dengan makan secukupnya.

Semoga tulisan saya dapat memberikan hal baru bagi anda yang baca. Jika ada hal yang ingin di tanyakan saya persilahkan untuk ke bagian bawah kolom komentar atau mengunjungi bagian contact me.

Terima Kasih

Iklan

Bipolar Disorder

Pembahasan mengenai bipolar sudah sangat umum bagi awam, Gangguan bipolar juga sudah sangat sering didengar oleh teman-teman semua ya, namun banyak sekali saya melihat orang yang baru sedikit merasa sedih atau bersemangat dan orang yang baru sedih tiba-tiba tertawa langsung menganggap dirinya bipolar, atau langsung memberikan label bahwa dirinya atau orang lain bipolar. Untuk itu disini saya akan memberikan penjelasan mengenai bipolar agar teman-teman semua dapat menempatkan lagi istilah bipolar dengan baik.

Bipolar memiliki dua fase kondisi, yaitu bipolar dengan fase manik dan bipolar dengan fase depresi. Dua hal tersebut dilihat dari riwayat dan diagnosis orang yang mengalami, baru dapat dikategorikan bipolar tipe apa. Berbicara mengenai bipolar yaitu memiliki arti kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati atau mood swing dengan  ekstream. Contohnya pada saat orang merasa sangat bahagia dan tiba-tiba sedih, mengurung diri, dan lainnya. Sehingga ketika anda merasa perubahan suasana hati yang esktream sudah dapat di waspadai, namun dapat diperhatikan penyebab dari gejala yang akan kita bahas berikutnya.

Iklan

Bipolar fase manik, Bipolar tipe ini merupakan fase dimana seseorang mengalami  peningkatan emosi, memiliki perasaan tenaga atau energi yang meluap-luap sehingga merasa bersemangat. Contohnya yaitu seperti tidak tidur dalam mengerjakan sesuatu, atau orang gangguan ini lebih sering mengatakan tidak sadar atau terlalu bersemangat sampai tidak ingat waktu. Fase ini membuat orang yang mengalami gangguan merasa tidak lelah, dan membuat orang merasa mendapatkan banyak ide-ide yang bermunculan.

Kemudian Bipolar fase depresif, pada tipe ini merupakan fase dimana seseorang mengalami banyak merasa emosi negatif yang dirasa seperti depresi, lemas tidak bertenaga, rasa sedih, tidak ada nafsu makan dan sebagainya. Bahkan ada kondisi dimana seseorang memiliki pemikiran putus asa hingga perasaan ingin bunuh diri. Hal ini yang perlu di waspadai terhadap orang yang mengalami bipolar. 

Untuk informasi tambahan, bipolar juga bisa mengalami fase depresif dan manik secara bersamaan, atau bisa dikatakan bipolar tipe campuran.

“Hidup tidak akan berharga jika tidak bermanfaat untuk orang lain.”

Bunda Teresa

Gangguan bipolar dapat terjadi pada rentan usia remaja hingga dewasa akhir. Bipolar juga dapat menganggu pada laki-laki dan perempuan, sehingga gangguan ini tidak dapat di pandang sebelah mata. Gangguan bipolar pada umumnya disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : 

  1. faktor genetik, faktor ini bisa di pengaruhi oleh adanya riwayat gangguan bipolar pada orang tua, saudara, ataupun keluarga dekat lainnya.
  2. faktor riwayat penggunaan kecanduan zat psikotropika dan minuman ber alkohol
  3. faktor traumutik, terdapat kejadian atau kenangan yang tidak menyenangkan juga mempengaruhi seseorang mengalami gangguan bipolar
  4. faktor stress atau tekanan yang besar, hal ini bisa dari lingkungan, sosial, ataupun kehidupan pekerjaan

Untuk penanganan pada gangguan bipolar ini dapat berupa penggunaan obat-obatan hingga dengan pemberian terapi psikologis. Hal ini dapat membantu untuk mengurangi munculnya fase-fase pada bipolar, dan dalam membantu orang gangguan bipolar agar menjadi lebih baik maka terdapat satu komunitas yang besar di indonesia yaitu Bipolar Care Indonesia (BCI), komunitas ini mempunyai social support yang tinggi dalam merangkul sesama penderita gangguan bipolar.

Semoga tulisan saya ini dapat dimengerti dengan baik, dan diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang baru bagi anda. Namun jika tidapat bagian yang tidak di pahami dapat mengunjungi kalimat komentar dibawah atau dengan mengunjungi bagian contact me.

Terima Kasih

Iklan

Anoreksia dan Bulmia Nervosa

Gangguan yang akan dibahas kali ini merupakan gangguan yang menyangkut dengan makan. Anoreksia Nervosa dan Bulmia Nervosa merupakan gangguan makan karena ketakutan pada perubahan bentuk badan atau citra diri, yang membedakan yaitu anoreksia dilakukan dengan batasan-batasan, dan pada bulmia dengan paksaan atau obat pencahar, dan tentu saja pasti ada dampak yang terjadi pada tubuh bagi orang yang mengalami gangguan makan. Untuk lebih lengkapnya akan dibahas pada pembahasan di bawah.

Iklan

Anoreksia Nervosa

Anoreksia merupakan ketakutan yang di sebabkan oleh perasaan menjaga citra diri atau bentuk badan yang ideal bagi seseorang, atau bahkan yang menjaga bentuk badan agar terlihat kurus. Hal ini dilakukan secara berlebihan hingga sampai menahan rasa lapar. Gangguan ini umum nya terjadi 10 sampai 20 kali lebih sering pada perempuan di bandingkan laki-laki. Usia terjadinya gangguan makan ini lebih sering terjadi pada masa remaja. Dimana seorang remaja yang sudah mengalami pubertas akan menjaga bentuk badan agar lebih terlihat menarik bahkan untuk menarik lawan jenisnya. Kondisi gangguan makan ini juga lebih sering terjadi pada orang yang berada pada strata sosial atas, dan tentu hal ini untuk menjaga penampilan mereka agar lebih menarik, dan untuk contoh profesi tertentu biasanya terdapat pada profesi yang memerlukan kekurusan seperti model, penari balet, dan bahkan pramugari/ra.

Disisi lain, usia seseorang mengalami anoreksia nervosa tidak hanya terjadi pada saat remaja namun dapat terjadi hingga usia 30 tahun. Dan gejala anoreksia dapat dilihat dari usia sebelum 10 tahun yaitu dengan ciri-ciri  pemilih makanan dan sering memiliki masalah pada pencernaan. Biasanya perliaku orang gangguan anoreksia nervosa yaitu berperilaku menghilangkan berat badannya secara diam-diam, atau tanpa diketahui orang lain. orang dengan gangguan anoreksia akan menolak makan bersama keluarga, atau banyak orang yang berada di tempat umum, karena mereka akan menyimpan makanan yang ada di piring. Mereka akan menyimpan di saku, kantong jaket, atau kantong celana. Hal ini lah yang membuat orang yang mengalami anoreksia akan menggunakan pakaian yang lebar dan banyak kantong. Mereka memasukan pada kantong bukan untuk disimpan dan dimakan dikemudian waktu, tapi untuk tidak di makan. Dan hal ini terjadi secara terus menerus, serta mereka akan menyangkal jika orang melihat hal ini terleihat menyimpang atau aneh.

Penderita anoreksia nervosa juga akan menurunkan berat badan dengan olahraga secara berlebihan. Seperti bersepeda, jogging dan lari secara berlebihan

Gangguan apa yang terjadi pada orang yang mengalami anoreksi ?

Akibat dari gangguan makan yang diderita seseorang maka akan ada dampak laiinya yang dirasakan, apakah bisa ? tentu bisa, karena kurangnya asupan nutrisi, gizi dan kebutuhan vitamin pada tubuh yang tidak di dapatkan, selain itu orang yang mengalami anoreksi nervosa akan mengalami perilaku Obsesif kompulsif, depresi hingga mengalami kecemasan. Kemudian pada seksual juga akan mempengaruhi, misalnya seperti penurunan minat untuk orang dewasa, dan untuk remaja akan mengalami keterambatan perkembangan seksual psikososial.

Dampak pada medis pada gangguan anoreksia nervosa yaitu seperti :

  1. Hilangnya masa otot dan sulit mempertahankan suhu temperatur tubuh
  2. Hilangnya otot jantung, atau jantung kecil
  3. Nyeri pada lambung
  4. Hormon yang rendah (FSH)
  5. Gangguan pada rasa kecap
  6. Osteoporosis
  7. Gigi yang mudah korosi atau kropos

“Cinta yang kuat tidak menghitung. Cinta hanya memberi dengan cuma-cuma”

Bunda Teresa

Bulmia Nervosa

Bulmia merupakan gangguan makan dengan istilah pesta makan atau bisa dikatakan makan dengan porsi yang banyak atau jenis makanan yang banyak. Nafsu makan yang tinggi membuat penderita gangguan bulmia tidak dapat mengendalikan perasaan rasa ingin makannya. Namun yang terjadi para penderita bulmia akan merasa menyesal karena telah makan banyak, dan akhirnya mengeluarkan makanan yang telah di makan sebelumnya. Mereka akan mengeluarkan makanan bisa dengan cara di paksa atau dengan secara alami.  Secara alami mereka sudah dapat mengendalikan tengorokan mereka untuk membuat perasaan mual hingga akhirnya muntah, dan untuk secara paksa gangguan bulmia akan menekan bagian dalam tengorokan mereka dengan jari, atau menggunakan obat pencahar atau obat pencuci perut hingga akhirnya makanan yang baru di terima oleh tubuh akan langsung keluar.

Bulmia nervosa memiliki kesamaan pada rentang terjadinya gangguan ini, yaitu di masa remaja dan lebih sering terjadi pada perempuan di bandingkan laki-laki. Dari kasus anoreksia nervosa, 1 sampai 3 orang pasien mengalami gangguan bulmia nervosa.

Efek medis yang akan di terima oleh gangguan Bulmia Nervosa yaitu :

  1. Terjadinya bipokalemia akibat muntah atau penyelgunaan obat laksatif.
  2. tengorokan yang dipaksa atau ditekan akan membuat radang tengorokan
  3. Muntah yang berkali-kali akan dapat menyebabkan robekan pada lambung dan esofagus 

Kemudian, bulmia nervosa juga lebih sering terjadi pada orang dengan gangguan mood atau pengendalian impuls yang tinggi seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar tipe I dan gangguan disosiatif.

Pada gangguan Anoreksia dan Bulmia memiliki kesamaan pada gangguan makan, memiliki keinginan untuk menjaga citra tubuh atau bentuk tubuh sehingga melakukan cara untuk tidak makan hingga mengeluarkan isi makanan yang ada di tubuh. Sehingga tentu cara dalam penyembuhannya dengan mengetahui riwayat kehidupannya dan mengubah kognitifnya sehingga membutuhkan tenaga ahli atau profesional di bidangnya.

Sekian dari saya, jika ada hal yang ingin di tanyakan saya persilahkan untuk mengunjungi kolom komentar atau dengan menghubungi saya pada bagian contact me.

Terima Kasih

Iklan

Intellectual Disability

Pembahasan kali ini membahas mengenai salah satu gangguan yang mempengaruhi fungsi intelektual pada diri seseorang. Sebelum lanjut pada pembahasan berdasarkan American Psychiatric Association-Diagnostic sudah mengganti sebutan Retardasi Mental (Mental Retardation) menjadi Keterbatasan Intelektual (Intellectual Disability). Jadi, tidak ada lagi penyebutan Retederdasi Mental/ RM, dan di indonesia sendiri lebih pada penyebutan tunagrahita.

Intellectual disability merupakan suatu gangguan yang mempengaruhi fungsi intelektual yang berada di bawah rata-rata dan mengalami gangguan dalam keterampilan adaptif dan dapat dideteksi sebelum usia 18 tahun. Bahkan dengan teknologi sekarang sudah dapat di ketahui sebelum pranatal atau pada saat masih berada di kandungan dengan menganalisa bentuk janin berdasarkan ciri-ciri dari seorang intellectual disability.

Membahas mengenai intellectual disability tentu memiliki tingkatan yang berbeda. Mulai dari yang ringan hingga sangat berat. Untuk yang sangat berat memiliki ciri fisik yang sama pada umumnya yaitu memiliki wajah mongol. Berikut ini saya jabarkan untuk kategori tingkatan seorang yang mengalami gangguan intellectual disability :

  1. Intellectual Disability Ringan (tingkat IQ 50 sampai 70). Pada gangguan dengan tingakatan ringan ini akan sulit untuk mendeteksi karena masih dapat mengikuti perkembangan sesuai tahap perkembangannya, namun akan terlihat perbedaannya ketika anak memasuki sekolah
  2. Intellectual Disability Sedang (tingkat IQ 35 sampai 50). Pada gangguan di tingkatan sedang seseorang akan terlihat pada keterampilan sosial dan komunikasi, dan jika pada saat berada di lingkungan sosial seorang anak yang mengalami gangguan ID pada tingkat sedang akan mulai di jauhi atau diasingkan oleh teman-temannya. Pada saat ini anak akan terlihat mulai merasa berbeda dan mulai stres. Pada tingkatan ini diharapkan anak untuk mendapatkan pengawasan yang lebih ekstra.
  3. Intellectual Disability Berat ( tingkat IQ 20 sampai 35). Pada tingkatan ini seseorang yang mengalami intellectual disability akan terlihat pada pranatal atau sebelum kelahiran. Anak belum dapat berbicara pada saat pra sekolah, bahkan ada yang hingga masa remaja. Namun komunikasi nonverbal seperti bentuk gestur masih bisa dapat berkembang dan diberikan. Pada tingkatan ini perlu untuk diberikan pengetahuan mengenai self care atau bagaimana cara merawat diri sendiri dengan baik. mulai cara mandi hingga penampilan. Pada tingkatan ini membutuhkan pengawasan yang lebih ekstra.
  4. Intellectual Disability Sangat Berat (tingkat IQ dibawah 20). Pada tingkatan ini seseorang yang mengalami intellectual disability akan terus menerus membutuhkan pengawasan secara terus-terusan dan akan mengalami keterbatasan komunikasi dan fungsi motorik hingga usia dewasa. Perlu untuk diberikan pengetahuan mengenai menolong diri sendiri dan self care atau perawatan pada diri sendiri.
  5. Intellectual Disability tidak ditentukan. Pada tingkatan ini jika seseorang di diagnosa intellectual disability tetapi kemampuan inteligensinya tidak dapat di ukur menggunakan alat ukur yang baku, misalnya seperti seseorang yang mengalami tunarungu (gangguan pada pendengaran).

Berikut saya sertakan juga karakteristik perkembangan orang yang mengalami intellectual disability yang bersumber dari sinopsi psikiatri, 2010 :

Tingkatan reterdasi mentalUsia pra sekolah (0-5)
maturasi dan perkembangan
Usia sekolah (6-20)
Latihan dan Pendidikan
Dewasa (21 dan lebih)
Keadekuatan sosial dan kejuruan
Sangat beratID terlihat, kapasitas berfungsi minimal dalam
bidang sensorimotorik, memerlukan perawatan
bantuan, dan pengawasan terus menerus
Ada beberapa perkembangan motorik,
dan terbatas terhadap menolong diri sendiri.
Beberapa perkembangan motorik dan bicara dan memerlukan perawatan
BeratPerkembangan motorik sedikit, berbicara
sedikit atau tidak punya keterampilan
berbicara, tidak mampu belajar.
Dapat berbicara atau belajar komunikasi, dapat
dilatih kebiasaan sehat, dan mampu mendapatkan
manfaat dari latihan kebiasaan sistematik.
Dapat melakukan perawatan diri dibawah pengawasan dan dapat melingdungi diri sendiri dengan tingkat minimal/rendah dalam lingkungan terkendali.
SedangDapat berbicara atau belajar komunikasi,
kesadaran sosial buruk,motorik cukup, dapat
ditangani pengawasan sedang.
Dapat belajar keterampilan sosial dan
pekerjaan, tidak dapat berkembang lebih dari
kelas 2 SD secara akademik, dapat belajar
pergi sendirian di tempat yang telah dikenal.
Dapat bekerja sendiri dalam pekerjaan yang tidak dilatih atau setengah dilatih dengan kondisi diawasi, memerlukan pengawasan dan bimbingan saat berada kondisi stress sosial
RinganDapat mengembangkan keterampilan sosial
dan komunikasi, tidak dapat dibedakan dengan
orang normal.
Dapat belajar keterampilan akademik sampai
kelas 6 SD atau akhir usia remaja, hingga dapat dibimbing untuk menyesuaikan diri dengan sosial
Biasanya dapat mencapai keterampilan sosial dan kejuruan yang adekuat untuk membiayai diri sendiri atau mungkin membutuhkan bantuan dan bimbingan jika dibawah stres sosial
sumber : sinopsis psikiatri, 2010

Setelah mengetahui dari tingkatan Intellectal disability maka selanjutnya membahas mengenai faktor yang membuat seseorang dapat mengalami gangguan ID, dimulai dari faktor gen, pranatal, perinatal, hingga faktor lingkungan.

“Kata-kata ramah itu singkat dan gampang diucapkan, namun gaungnya benar-benar tiada berakhir.”

Bunda Teresa

Faktor Gen

Dalam faktor gen cukup banyak yang mempengaruhi, mulai dari kelainan kromosom hingga mengalami syndrom. Pada Kelainan kromosom didapatkan jenis kelainan seperti trisomi 21. Pada normalnya seseorang memiliki 2 kromosom 21, namun yang terjadi kelainan faktor gen terdapat 3 kromosom 21. Kemudian akibat nondisjungsi juga mempengaruhi faktor gen ID, dimana sel normal dan sel trisomi terdapat pada baberbagai jaringan dan terakhir ada faktor translokasi yang sering terjadi pada kromosom 21 dan 15, dan hal ini di pengaruhi oleh orang tua sebagai pembawa (carrier).

Faktor Pranatal

Pranatal atau biasa disebut dengan sebelum kelahiran. Kondisi ini dapat dikatakan kondisi yang terjadi pada saat bayi masih berada di dalam kandungan Ibu. Banyak faktor yang mempengaruhi anak terlahir ID seperti faktor penyakit, contohnya diabetes yang tidak terkendali, anemia, etc. karena penyakit ini mempengaruhi perkembangan sistem pusat janin. Selain itu faktor infeksi virus contohnya penyakit rubella atau campak jerman juga mempengaruhi anak terlahir intellectual disability. virus lainnya yang menganggu kondisi janin yaitu seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS yang menurunkan tingkat kekebalan dan virus yang merusak jaringan di tubuh, dan yang terakhir faktor zat. Zat yang dimaksudkan seperti obat-obat terlarang atau narkoba, zat adiktif, alkohol hingga obat aborsi atau penggugur kehamilan. 

Faktor Perinatal

Faktor ini kebalikan dari pranatal, yaitu kondisi bayi sesudah kelahiran atau pasca kelahiran. Kondisi ini memungkinan bayi atau anak terpapar beberapa faktor, diantaranya karena infeksi. Infeksi yang didapat bisa berupa meningitis dan infeksi bakterial. Hal ini membuat orang tua harus lebih memperhatikan lagi kesehatan bayi dan anaknya. Kemudian faktor trauma kepala. Faktor ini bisa berupa anak yang jatuh dan kepala terbentur, atau akibat benturan benda yang mengenai kepala, dan terakhir faktor masalah lainnya. Seperti apa ? bisa seperti anak yang terkena tumor dan membutuhkan bedah kepala, kemudian kemoterapi yang mempengaruhi fungsi otak.

Faktor lingkungan dan sosiokultural

Pada faktor ini terdapat beberapa hal yang mempengaruhi seperti dari keluarga yang miskin / ekonomi menengah kebawah dan kekurangan secara sosiokultural. Hal ini terjadi pada saat pranatal, dimana bayi yang mengalami malnutrisi sehingga terjadi kurangnya kebutuhan gizi pada saat bayi berada didalam kandungan. Kehamilan pada remaja, juga merupakan dapat memicu terjadinya anak yang ID karena dapat melahirkan secara prematur atau Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kecukupan gizi pada sesudah kelahiran juga dibutuhkan untuk perkembangan otak, sehingga sangat di butuhkan Gizi yang seimbang pada anak.

Hal diatas adalah faktor-faktor yang dapat memicu hingga menyebabkan anak menjadi intellectual disability, sehingga orang tua atau calon orang tua agar lebih dapat memperhatikan lagi setiap proses dan perkembangan yang terjadi pada anak. Sekian dari saya, semoga Bapak/ Ibu/ Orang tua/ Teman- teman dapat memeplajari hal baru dari web ini, namun jika ada hal yang ingin di tanyakan saya persilahkan untuk mengunjungi akhir page web ini dan mengisi kolom komentar, atau mengunjungi pada bagian contact me.

Terima Kasih

Iklan

Daftar Pustaka

Kaplan HI, Sadock BJ, Grebb JA. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Tangerang (Indonesia) : BINARUPA AKSARA; 2010

Skizoafektif

Pembahasan kali ini mengenai salah satu gangguan dari skizofrenia. Dasar pembuatan tulisan ini menggunakan DSM IV TR (Diagnostic and statistical Manual of Mental Disorder IV Text Revision). Skizoafektif merupakan suatu gangguan kombinasi dari skizofrenia dan gangguan Bipolar (gangguan mood). Apakah bisa seperti itu ? Tentu bisa, secara sederhananya gangguan ini merupakan gangguan yang diderita dengan mengalami halusinasi, halusinasi bisa visual/ gambar, auditori, atau bahkan keduanya, yang dipengaruhi oleh suasaan perasaan hati.  Contoh yang saya buat ini skizoafektif tipe depresif, seperti seseorang yang mengalami depresi, atau memiliki perasaan yang sangat tertekan di kehidupan nyata nya hingga merasa sedih dan kemudian menyimpannya sendiri, lalu munculah halusinasi auditori atau visual yang kemudian membuat orang yang mengalami nya menjadi emosional seperti marah yang berlebihan hingga memecahkan barang.

Skizoafektif termasuk dalam dua tipe, yaitu skizoafektif tipe manik dan skizoafektif tipe depresif. Untuk skizoafektif tipe manik memiliki kriteria tersendiri dalam menentukan diagnosisnya, namun yang utama yaitu harus terdapat peningkatan mood yang jelas, bisa dalam peningkatan mood senang yang berlebihan atau bergembira yang berlebihan. Kemudian yang kedua yaitu terdapat gejala skizofrenia, gejala yang di maksud bisa halusinasi seperti yang telah saya infokan diawal. Halusinansi bisa visual atau audio, dan gejala skizofrenia yang lainnya. 

“Saya sendiri tidak bisa mengubah dunia, tapi aku bisa melemparkan batu di perairan untuk menciptakan banyak riak.”

Bunda Teresa

Untuk skizoafektif tipe depresif memiliki sifat kebalikannya tipe manik, yaitu gangguan mental dengan gejala depresi. Akibat dari depresi bisa bermacam-macam seperti tidak bisa tidur (Insomnia), mengurung diri, tidak ingin bersosial, rasa bersalah, dan emosi negatif lainnya hingga bisa bunuh diri karena merasa tidak berdaya. Kriteria orang yang mengalami gangguan skizoafektif tipe depresif diantaranya yang umum yaitu terdapat gejala depresi yang jelas bahkan memiliki perilaku depresi. Kemudian memiliki gejala utama skizofrenia. 

Hal tersebut adalah jenis dan kriteria yang umum pada gejala skizoafektif tipe manik dan depresif. Selanjutnya, pada gejala gangguan skizoafektif pada umumnya harus memiliki gejala halusniasi atau waham yang muncul selama 2 minggu atau lebih, jika kurang belum bisa untuk di katakan skizoafektif, dan gejala halusinasi yang dirasakan bukan karena suatu obat atau zat, dan bukan karena kondisi medis lainya. Dalam menentukan sseseorang memiliki gangguan skizoafektif tentunya harus mendapatkan riwayat perjalanan penyakit seseorang untuk mendapatkan informasi yang lebih detail baik dari orang yang mengalami, orang terdekat seperti orang tua, saudara, atau teman terdekat, sehingga diagnosis dapat ditegakan dengan tepat.

Karena dalam menegakan diagnosis memiliki karakteristik tersendiri, dalam gangguan klinis terdapat kemiripan kriteria gejala dan tidak dapat dikatakan sama. contohnya gangguan skizotipal, gangguan kepribadian skizoid, bahkan gangguan kepribadian paranoid memiliki kriteria yang mirip dalam gejala gangguan skizoafektif. Sehingga alangkah baiknya jika anda merasakan sesuatu pada diri untuk segera mengunjungi ketenaga ahli atau orang yang profesional dan untuk mendapatkan diagnosis yang jelas pada diri anda. Dengan demikian dapat ditangani lebih cepat.

Sekian dari saya, jika ada hal yang ingin ditanyakan saya mempersilahkan untuk mengisi bagian komentar di bawah, atau dengan klik contact me.

Terima Kasih

Gaya Pengasuhan dan Interaksi Orang tua-Anak

Dalam pengasuhan anak tentu akan memiliki dampak terhadap perkembangannya, oleh sebab itu orang tua dalam memberikan pengasuhan kepada anak tidak dapat sembarangan dan berhati-hati dalam mendidik, karena anak akan memiliki dampak yang akan membentuk suatu karakter pada dirinya hingga nanti ia menjadi orang dewasa. Biasanya orang tua memiliki 2 ciri yang paling umum dalam tugas…

Pernikahan di usia dini

Melihat fenomena yang terjadi belakangan ini mengenai pernikahan di usia dini, tentu turut diperhatikan oleh berbagai pihak yang terkait mengenai hal ini. Terutama pernikahan dini yang di maksud yaitu usia dibawah 17 tahun. Pembahasan kali ini tentu diluar dari konteks Suku, Agama, Budaya, dan Kepercayaan suatu keluarga atau individu. Pernikahan secara kharafiah merupakan suatu proses…

Polemik LGBT yang pernah terjadi di Indonesia

Dahulu pernah terjadi polemik pendapat yang di kemukakan oleh DS bahwa LGBT merupakan gangguan yang di sebabkan oleh masa lalu seseorang, dan hal tersebut dapat disembuhkan dengan hypnotherapi. Sebelumnya DS merupakan seorang yang memiliki gelar Doktor Psikologi namun mengaku dirinya psikolog dan memiliki license untuk praktek dan ternyata hal tersebut tidak ada. Diluar dari permasalahan…

Iklan

Introversion atau Ekstroversion

Pembahasan kali ini akan menjelaskan perbedaan dari ciri kepribadian seseorang. Banyak diantara kita menilai bahwa seseorang yang di anggap humble/ mudah bergaul memiliki ciri kepribadian yang ekstrovert dan orang yang selalu menulis atau menggambar memiliki ciri introvert. Namun hal tersebut belum tentu kebenarannya, orang yang senang menulis atau menggambar bisa saja hanya hobi atau kegemarannya, sedangkan orang yang humbel/ mudah bergaul bisa saja didikan dari rumah atau lingkungan dirumah mengajarkan seperti itu. 

Seseorang seharusnya tidak dapat menglabel atau menjudge bahwa dia seorang intovert atau ekstrovert karena hal ini bersifat taraf ukuran yang berbeda-beda setiap individu atau orang. Seseorang hanya bisa di katakan memiliki kecendrungan atau memiliki ciri kepribadian. Seperti ilustrasi yang saya buat dibawah ini :

ilustrasi di samping menunjukan taraf atau tingkatan seseorang bisa di katakan memiliki ke cendrungan introvert, dan bukan introvert murni.

ilustrasi di samping ini merupakan taraf atau tingkatan seseorang dapat dikatakan cenderung ekstrovert dan bukan ekstrovert murni. Mengapa demikian ?

Hal ini dikarenakan tidak ada orang yang memiliki introvert murni atau ekstrovert murni. ciri kepribadian merupakan sebuah kontinum yang memiliki garis panjang yang setiap individu berbeda tingkatannya. sehingga tidak akan cocok jika ada pilihan “anda tipe introvert atau tipe ekstrovert”. Hal ini lah yang menjadikan setiap orang unik dengan ciri kepribadian yang berbeda-beda setiap individunya.

Lalu, Apakah itu Introversion/ Introvert?

Introvert pada umumnya dikenal dengan pendiam atau penyendiri, hal tersebut benar namun hanya sebagian besar atau hanya sebagian elemen yang ada di dalam introvert. Introvert dapat dikatakan seseorang yang lebih menyukai ketenangan, tidak menyukai keramaian dan banyak orang. Introvert lebih merasa aman, tentram, pada saat sendiri, dengan demikian orang introvert mengumpulkan energi positif dari dalam dirinya, dan jika di keramaian maka energinya akan terkuras dan akan kembali mencari tempat ter amannya.

“Tebarkanlah cinta kemanapun engkau pergi. Jangan ada seorang pun yang datang menemuimu tanpa menjadi lebih bahagia ketika meninggalkanmu.”

Bunda Theresa

Dan bagaimana dengan Ekstroversion/ ekstrovert ?

Ekstrovert merupakan kebalikan dari orang introvert. Orang yang cenderung ekstrovert akan lebih senang mengekspresikan dirinya kepada orang banyak, lebih menyukai bersosialisasi dengan banyak orang dan orang yang open/terbuka pada siapa pun. seorang yang memiliki kecendrungan pada ekstrovert dapat diilustrasikan mengisi energi dari luar dirinya.

Apakah ada yang salah dari seseorang yang cendrung introvert atau cenderung ekstrovert ? Tentu tidak, seperti yang saya katakan diatas, setiap individu itu unik, tidak bisa untuk di samakan dengan yang lainnya dan tidak perlu harus menjadi orang lain, tidak perlu merubah apa yang dimiliki. Jadilah diri anda sendiri tanpa merubah apapun yang anda miliki. 

Seorang pemimpin tidak ditentukan apakah dia seorang introvert atau ekstrovert, atau contoh lain seorang yang sukses dan berhasil di kehidupan sehari-hari tidak di tentukan dia seorang introvert atau ekstrovert.

Jadi diharapkan untuk pembaca untuk tidak keliru lagi dalam membedakan ciri kepribadian kecendrungan introvert maupun kecendrungan ekstrovert. Namun, jika masih ada yang ingin ditanyakan silahkan untuk mengunjungi komentar di bawah atau klik contact me.

Terima kasih

Iklan

Attention deficit hyperactivity disorder

Attention deficit hyperactivity disorder atau yang biasa sering didengar ADHD merupakan salah satu gangguan yang dimulai pada masa kanak-kanak. Biasanya gangguan ini dapat di deteksi sebelum usia 7 tahun ya. ADHD merupakan gangguan pada sulitnya melakukan pemusatan perhatian dan gangguan ini disertai dengan hyperaktifitas atau dorongan impulsif yang tinggi sehingga membuat terganggunya pada akademis anak maupun interaksi sosial. Dorongan yang tinggi membuat anak sulit untuk diam bahkan sulit untuk duduk pada saat belajar, dan walaupun anak dapat duduk, anak tidak akan dapat mengendalikan gerakan tangan dan kaki. Hal ini menjadi tantangan bagi orang tua dan guru disekolah untuk memberikan pelajaran pada anak.

Menurut DSM IV-TR (dalam Kaplan, 2010), penyebabnya belum dapat diketahui dengan pasti, namun para peneliti meyakini penyebabnya terdapat gangguan pada sistem saraf dan kerja pada sistem kinerja di dalam otak. Sebelum melanjutkan lebih dalam, DSM IV TR (Diagnostic and Statistical of Mental disorder IV text revision) yaitu buku panduan dalam menentukan suatu gejala atau penyakit yang diderita sesorang. Penggunaannya terbatas hanya pada orang yang sedang menempuh program profesi psikologi klinis maupun tenaga profesional.

ADHD. Child writing Abbreviation ADHD on a blackboard. ADHD is Attention deficit hyperactivity disorder.

Lanjut lagi sekarang penjelasan penyebab munculnya gangguan ADHD yaitu terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi anak-anak menjadi ADHD yaitu :

  1. Faktor Genetik, sebagian besar penderita ADHD terjadi karena keturunan keluarga. Oleh karena itu penting bagi pasangan muda mudi sebelum menikah untuk mencari tahu silsilah keluarga maupun riwayat sakit yang pernah dialami oleh keluarga pasangan. Hal ini berlaku untuk sebagian besar gangguan ya, misal seperti Mental Reterdation/ Intelectual disability, Down syndrom, Skizofrenia, dan sebagainya.
  2. Faktor Neurotransmitter, hal ini terjadi akibat tingginya zat atau kandungan kimia kedalam tubuh hingga ke otak yang terjadi pada saat kehamilan maupun setelah kelahiran. Hal ini sering terjadi misalnya pada saat kehamilan, seorang ibu yang sering mengkonsumsi obat-obatan. Oleh karena itu tidak dapat sembarangan minum obat selama kehamilan atau diluar pengawasan dokter, kemudian obat terlarang hingga obat penggugur kandungan. Contoh setelah kelahiran yaitu anak yang sering mengkonsumi obat-obatan baik dari rumah sakit ataupun hasil obat keras yang terlalu sering di konsumsi.
  3. Kemudian terakhir yaitu faktor lingkungan. Meski terlihat sederhana, keluarga atau lingkungan sekitar juga merupakan salah satu faktor terjadinya ADHD

“Aku bisa melakukan hal-hal yang Anda tidak bisa, Anda dapat melakukan hal-hal yang saya tidak bisa, bersama-sama kita dapat melakukan hal yang besar.”

Bunda Theresa

Untuk sekedar informasi tambahan, ADHD berbeda ya dengan ADD, ADD yaitu Attention Deficit Disorder. Gangguan ini tidak di sertai oleh dorongan aktifitas yang tinggi, namun memiliki kesulitan dalam mengatur dan mengendalikan fokus perhatian.

Berikut ini 6 ciri- ciri bahwa anak dikatakan ADHD, yaitu :

  1. Rentang perhatian pendek atau mudah distrakbilitas, 
  2. Sulit mengikuti instruksi,
  3. Berperilaku impulsif,
  4. Sering tidak mematuhi permintaan orang tua/ guru,
  5. Menunjukan labilitas emosional,
  6. Eksplosif dan iritabilitas.

Setelah mengetahui penyebab dan ciri bahwa anak dikatakan ADHD, kemudian bagaimana cara penanganannya ?

Terdapat beberapa cara untuk membantu anak yang mengalami gangguan ADHD yaitu :

  1. Dengan memberikan terapi psikologi. Hal ini tentu dengan tenaga profesional seperti contohnya Psikolog, atau Okupasi Terapi dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi impulsif atau dorongan
  2. Yaitu dengan cognitive behavior therapy, CBT dimaksudkan untuk mengendalikan perilaku anak, contoh sederhananya seperti memodifikasi perilaku anak seperti yang orang tua inginkan
  3. Kemudian dengan pemberian edukasi. Hal ini ditujukan kepada orang tua dan tenaga pengajar baik di sekolah umum atau pun disekolah SLB, agar dapat mengerti bagaimana cara penangannya pada saat dirumah atau pun disekolah. Banyak anak yang mengalami ADHD namun karena tidak tahu bagaimana cara menangani, anak yang tidak dapat diam hanya dibiarkan saat dirumah atau pun disekolah.

Sekian informasi mengenai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) semoga Bapak/ Ibu/ Orang tua/ Teman-teman dapat mempelajari hal baru. Namun jika masih ada yang ingin ditanyakan, saya mempersilahkan untuk menghubungi saya di contact me, atau menggunakan komentar dibawah.

Terima Kasih

Reference

Kaplan, HI, Saddock, BJ & Grabb, JA., 2010. Kaplan-Sadock Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Prilaku Psikiatri Klinis. Tangerang : Bina Rupa Aksara

Sumber gambar

discoveries.childrenhospital.org

Iklan

Manfaat Konseling

Hallo semua, semoga dalam keadaan yang sehat dan kondisi yang prima, STAY SAFE dan tetap ikuti Protokol Kesehatan dari Pemerintah ya!, kita akan masuk pada pembahasan salah satu teknik yang di gunakan dalam menyelesaikan permasalahan.

Konseling

Semua pasti sudah sering mendengar istilah konseling, apa sih itu konseling? Konseling merupakan suatu sarana antara  konselor dengan konseli dalam melakukan pemecahan masalah, ataupun cara konselor untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang terdapat pada konseli. Contoh konseling yaitu dengan wawancara. Konseling yang di lakukan semua berpusat dan berpacu dengan kondisi dan keadaan konseli, sehingga konseling biasanya membuat penyelesaian masalah oleh diri konseli sendiri. Hal ini lah yang akhirnya terjadi pencapaian penyelesaian masalah, namun tidak terlihat se sederhana dan simpel itu ya yang terjadi.

Selanjutnya, apakah hanya itu manfaat ketika kita melakukan konseling ? Manfaatnya cukup banyak, selain membantu penyelesaian masalah yang ada, yang kedua membantu klien meihat sudut pandang yang berbeda dari suatu masalah. Terkadang ketika kita menghadapi suatu masalah, kita hanya berdiam di satu

titik tanpa dapat melakukan banyak hal, namun yang sebenarnya terjadi, untuk memecahkan suatu permasalahan kita dapat meihat dari sudut pandang yang berbeda.

Selanjutnya yang ke-3, akar permasalahan akan semakin menjadi jelas, sehingga penyelesaian permasalahan dapat semakin efektif 

Ke-4 yaitu membantu menemukan kemungkinan solusi permasalahan bersama-sama dan membuat apa saja kemungkinan yang akan anda hadapi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, dalam persiapan ini akan membuat anda merasa matang dalam pengambilan keputusan.

Dan yang terakhir ke-5 , membantu dalam memunculkan pikiran positif, sehingga memunculkan perasaan percaya diri dalam pengambilan keputusan untuk melakukan penyelesaian masalah. Manfaat dari pikiran positif sungguh sangat luas, namun salah satunya dapat membantu anda untuk selalu optimis dan yakin terhdap diri anda sendiri.

“Aku bisa melakukan hal-hal yang Anda tidak bisa, Anda dapat melakukan hal-hal yang saya tidak bisa, bersama-sama kita dapat melakukan hal yang besar.”

Bunda Theresa

Dari semua manfaat konseling yang telah saya jabarkan, keberhasilan suatu konseling dan penyelesaian masalah tetap bergantung pada konseli/ klien dalam keterbukaan suatu permasalahan yang ada. Konseling yang berhasil merupakan suatu kerja sama yang baik antara konselor dan konseli. 

Untuk sekedar informasi tambahan, curhat berbeda ya dengan konseling. Curhat dimaksudkan untuk mendengarkan lawan bicara dan tidak sampai mencari akar permasalahan, curhat juga terkadang tidak terarah hingga terkadang mengarah ke membandingkam hidup si pendengar. 

Semoga penjelasan saya diatas dapat dipahami, namun jika masih ada yang ingin dipertanyakan silahkan untuk contatc me, atau menggunakan fitur komentar dibawah.

Terima Kasih

Iklan