Toxic Parents

Berdasarkan pembahasan sebelumnya saya telah membagikan mengenai toxic friendship cara menghindarinya, namun bagaiamana jika ternyata orang tua kita sendiri atau pada anggota keluarga yang umumnya lebih tua dari kita yang memiliki sifat toxic/ buruk? Tentu kita tidak mungkin untuk meninggalkan atau bahkan menjauhi seperti pada pertemanan. Lalu apa yang dapat kita lakukan dalam menghadapi orang tua yang toxic?

Setiap manusia tentu tidak ada yang sempurna, begitu pula dengan orang tua. Orang tua sering kali memiliki perilaku menuntut hingga perilaku buruk yang lain pada anaknya hingga membuat anak memiliki trauma, sikap meniru dari orang tua, sampai membuat anak terpuruk. Hal ini membuat anak terkadang melihat rumah seperti neraka, tidak betah/ nyaman hingga lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah bersama teman dan sedikit bersama orang tua/ keluarga.

Bagaimana bentuk orang tua yang toxic itu?

  1. Orang tua lebih banyak menuntut ketimbang mendengarkan keinginan anak. Orang tua merasa ucapannya lebih benar dan 100% untuk kebaikan anak, meski berbeda dengan kemampuan yang di miliki oleh anak tersebut
  2. Menggunakan kalimat umpatan atau kata yang kasar, dalam mendidik tentu hal ini tidak dibenarkan, seseorang yang dibesarkan dengan kalimat ancaman, kekerasan, hingga perilaku abuse akan menghasilkan anak yang agresif dan melawan
  3. Membandingkan dengan anak lain. Hal ini sering di lakukan tanpa di sadari orang tua, banyak anak yang merasa terbebani, merasa harus bersaing, sampai merasa tidak terima dirinya dibandingkan dengan orang lain.
  4. Menyalahkan anak dan memarahi anak di depan orang lain. Perilaku orang tua seperti ini juga sering di temukan, karena perilaku ini secara reflek muncul. Anak yang di salahkan di depan orang lain akan merasa rendah diri, harga diri rendah, hingga menjadi memiliki perasaan sedih
  5. Mudah meluapkan rasa marah, perilaku ini sering di berikan pada anak, anak salah sedikit tanpa ampun akan memarahi, memukul, menyiksa. Orang tua seperti ini juga tidak dapat mengendalikan perasaan emosi.

“Jika Anda ingin bahagia, tetapkan sasaran yang membangkitkan pikiran, membebaskan energi, dan menginspirasi harapan Anda.”

Andrew Carnegie

Lalu bagaimana cara menghadapi orang tua yang toxic ? terdapat beberapa tips yang bisa di lakukan yaitu seperti :

yang pertama, anda dapat mencari orang yang anda percayai untuk menjadi bagian dari support system dalam menghadapi efek dari orang tua yang toxic. Hal ini dapat membantu anda menghadapi efek seperti stres, sedih, marah dan emosi negatif lainnya dengan cara bercerita. 

kedua, anda dapat menunjukan sifat asertif. Asertif yang dimaksud ialah berani untuk mengatakan keinginan anda pada orang tua, namun tidak dengan nada perlawanan. Hindari juga perdebatan dengan orang tua anda.

Ketiga, yang perlu anda ketahui ialah anda tidak dapat merubah perilaku orang tua anda, yang dapat anda lakukan terima lah orang tua anda. Meski anda mengetahui bahwa salah yang orang tua anda lakukan, bicarakanlah baik-baik. Saat anda merubah perilaku orang tua anda, hanya akan memunculkan perdebatan dan menimbulkan pertengkaran. 

Keempat, kontrol emosi anda. Lakukan beberapa relaksasi yang dapat anda lakukan sendiri. Relaksasi dapat berupa pernafasan, pikiran, dan hal lainnya.

Beberapa cara diatas dapat anda lakukan. Namun jika permasalahan anda berat segera ke tenaga profesional seperti psikolog dan jika menimbulkan permasalahan pada psikis segeralah ke psikiater. Semoga pembahsan kali ini dapat membantu anda dan orang lain yang memerlukan bantuan.

Terima kasih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: