Toxic Friendships

Setiap orang memiliki ruang lingkup sosial pertemanan dengan jenis dan karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari pertemanan sekedar say hello, sahabat, hingga mempunyai hubungan yang lebih intim. Namun yang terjadi pada saat ini banyaknya hubungan yang tidak sehat hingga pertemanan yang buruk atau dengan istilah sekarang dapat dikatakan dengan toxic friendships. Lingkungan toxic sebenarnya  bukan hanya dari pertemanan, namun bisa seperti keluarga atau pun pasangan baik suami istri atau pun dalam hubungan pacaran. Tetapi pembahasan kali ini akan berfokus pada toxic frienships. 

Terkadang kita tidak menyadari bahwa kita sedang berada di lingkungan yang toxic. Hal ini di karenakan keseharian kita yang selalu bersama, hingga akhirnya terbiasa dengan kondisi yang sedang terjadi, sehingga kita kurang menyadari sedang berada di dalam lingkup pertemanan yang buruk. Namun, tidak menutup kemungkinan kita menyadari hal tersebut salah atau buruk, tetapi karena kita takut kehilangan seorang teman atau takut dalam kesendirian yang akhirnya membuat diri kita tetap mengikuti pertemanan tersebut.

Pertemanan yang telah di jalin selama bertahun-tahun hingga mengenal keluarga dan lingkungan dari teman tersebut juga membuat kita merasa mengacuhkan istilah toxic friendships. Mengacuhkan atau tidak memperdulikan hal tersebut merupakan bukan jalan keluar, dan hal tersebut akan semakin memperburuk diri anda dan kualitas hidup anda.

“Kamu tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai, tapi kamu harus memulai untuk menjadi luar biasa.”

Zig Ziglar

Seseorang yang sedang berada dalam lingkungan yang buruk atau toxic friendships akan memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Kritik yang menjatuhkan dan tidak membangun; hal ini sering terjadi pada lingkungan pertemanan yang buruk, seseorang akan lebih senang mengkritik dengan menjatuhkan, terutama dengan kalimat yang tidak pantas, kasar, dan sejenisnya, namun sering di campur dengan kalimat lucu hingga membuat tertawa, namun hal ini bukanlah hal yang baik.
  2. Anda merasa dirugikan; hal ini dapat berupa berupa materi, waktu hingga tenaga. Setelah sekian lama anda akan pasti merasakan bahwa diri anda hanya dimanfaatkan, anda tidak akan mendapatkan apapun atau keuntungan apapun dari pertemanan tersebut.
  3. Membuat anda tidak berdaya; pertemanan yang buruk akan merendahkan anda, mengatakan seperti “jika anda di kelompok lain anda tidak akan bisa merasakan sebahagia atau seru seperti di kelompok ini”, “jika anda di kelompok lain anda tidak akan bisa muncul ke permukaan dan dilihat orang”,
  4. Membuat diri merasa tidak nyaman; Hal ini di pengaruhi karena anda akan terus menuntut diri anda seperti keinginan kelompok atau pertemanan anda. Anda akan selalu berusaha menyemibangkan atau mengikuti kemauan orang tersebut, tanpa anda sadari anda tidak bisa menjadi diri sendiri dan hanya bisa menjadi bayang-bayangan mereka,
  5. Cemburu; sebuah pertemanan yang buruk/ toxic friendships akan cemburu ketika melihat anda seru atau lebih banyak menghabiskan dengan orang baru atau teman baru. Bahkan kelompok toxic akan membahas atau menceritakan keburukan yang anda miliki di dalam kelompok atau suatu pertemanan. Hal ini tidak bisa di hindari dengan ciri lain karena iri.
  6. Adanya perasaan bersalah; setelah anda memiliki teman yang lebih seru, atau lebih menarik, teman yang buruk akan memberikan anda kalimat-kalimat yang tidak sepantasnya sehingga anda akan merasa bersalah, misal seperti “kacang lupa kulit”, “ habis manis sepah di buang” atau jika disimpulkan kedua peribahasa tersebut anda meninggalkan pertemanan yang selama ini ada dalam hidup anda, dan membuat anda merasa bersalah.
  7. Hingga akhirnya anda merasa lelah; anda akan merasa ingin keluar dari kelompok atau pertemanan tersebut, tetapi tidak mampu karena anda kurang berani, takut tidak memiliki teman atau tidak enak karena sudah lama berteman. Anda merasa kurang asertif dalam mengungkapkan perasaan yang anda rasakan hingga memendam, sampai akhirnya ada dua pilihan yaitu tetap bertahan atau keluar dari kelompok atau pertemanan tersebut.
Iklan

Seseorang teman yang baik atau kelompok pertemanan yang baik akan selalu mendukung anda, akan selalu memberikan kalimat positif yang baik dan pantas untuk diri anda, dan akan memberikan kritik yang membangun tanpa merendahkan diri anda. Hingga yang paling penting akan membuat anda selalu bahagia dan menjadi diri sendiri dalam pertemanan tersebut. Lalu apa yang dapat anda lakukan ketika terjebak dalam pertemanan yang buruk/ toxic friendships ?

Anda bisa melakukan beberapa hal yang utama, yaitu seperti belajar untuk tegas untuk tidak bilang tidak dan ya untuk iya. Anda dapat mengatakan perasaan yang anda miliki dan jadilah peribadi yang asertif. Jadilah seorang yang netral dalam pertemanan atau dalam kelompok, anda tidak perlu mengikuti pembahasan-pembahasan yang negatif hingga pembahasan yang memecah belahkan suatu sudut pandang tertentu. Hingga anda dapat membatasi interaksipada pertemanan atau kelompok tersebut. Disisi lain anda mempunyai kesempatan untuk menilai dan menentukan langkah anda selanjutnya dalam pertemanan atau kelompok tersebut.

Anda tidak perlu menghabiskan waktu dengan orang atau pertemanan yang buruk/ toxic. Hal ini justru akan menutup nilai-nilai positif yang anda miliki dan akan menurunkan kualitas diri anda. Jadi, mulai sekarang anda dapat menilai lingkungan anda berada, peka, dan peduli terhadap sekitar.

Semoga tulisan saya dapat memberikan pengalaman baru yang dapat anda terima. Namun jika ada hal yang ingin di tanyakan silahkan mengunjungi kolom komentar di bawah atau menghubungi saya pada bagian contact me

Terima kasih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: