Skizoafektif

Pembahasan kali ini mengenai salah satu gangguan dari skizofrenia. Dasar pembuatan tulisan ini menggunakan DSM IV TR (Diagnostic and statistical Manual of Mental Disorder IV Text Revision). Skizoafektif merupakan suatu gangguan kombinasi dari skizofrenia dan gangguan Bipolar (gangguan mood). Apakah bisa seperti itu ? Tentu bisa, secara sederhananya gangguan ini merupakan gangguan yang diderita dengan mengalami halusinasi, halusinasi bisa visual/ gambar, auditori, atau bahkan keduanya, yang dipengaruhi oleh suasaan perasaan hati.  Contoh yang saya buat ini skizoafektif tipe depresif, seperti seseorang yang mengalami depresi, atau memiliki perasaan yang sangat tertekan di kehidupan nyata nya hingga merasa sedih dan kemudian menyimpannya sendiri, lalu munculah halusinasi auditori atau visual yang kemudian membuat orang yang mengalami nya menjadi emosional seperti marah yang berlebihan hingga memecahkan barang.

Skizoafektif termasuk dalam dua tipe, yaitu skizoafektif tipe manik dan skizoafektif tipe depresif. Untuk skizoafektif tipe manik memiliki kriteria tersendiri dalam menentukan diagnosisnya, namun yang utama yaitu harus terdapat peningkatan mood yang jelas, bisa dalam peningkatan mood senang yang berlebihan atau bergembira yang berlebihan. Kemudian yang kedua yaitu terdapat gejala skizofrenia, gejala yang di maksud bisa halusinasi seperti yang telah saya infokan diawal. Halusinansi bisa visual atau audio, dan gejala skizofrenia yang lainnya. 

“Saya sendiri tidak bisa mengubah dunia, tapi aku bisa melemparkan batu di perairan untuk menciptakan banyak riak.”

Bunda Teresa

Untuk skizoafektif tipe depresif memiliki sifat kebalikannya tipe manik, yaitu gangguan mental dengan gejala depresi. Akibat dari depresi bisa bermacam-macam seperti tidak bisa tidur (Insomnia), mengurung diri, tidak ingin bersosial, rasa bersalah, dan emosi negatif lainnya hingga bisa bunuh diri karena merasa tidak berdaya. Kriteria orang yang mengalami gangguan skizoafektif tipe depresif diantaranya yang umum yaitu terdapat gejala depresi yang jelas bahkan memiliki perilaku depresi. Kemudian memiliki gejala utama skizofrenia. 

Hal tersebut adalah jenis dan kriteria yang umum pada gejala skizoafektif tipe manik dan depresif. Selanjutnya, pada gejala gangguan skizoafektif pada umumnya harus memiliki gejala halusniasi atau waham yang muncul selama 2 minggu atau lebih, jika kurang belum bisa untuk di katakan skizoafektif, dan gejala halusinasi yang dirasakan bukan karena suatu obat atau zat, dan bukan karena kondisi medis lainya. Dalam menentukan sseseorang memiliki gangguan skizoafektif tentunya harus mendapatkan riwayat perjalanan penyakit seseorang untuk mendapatkan informasi yang lebih detail baik dari orang yang mengalami, orang terdekat seperti orang tua, saudara, atau teman terdekat, sehingga diagnosis dapat ditegakan dengan tepat.

Karena dalam menegakan diagnosis memiliki karakteristik tersendiri, dalam gangguan klinis terdapat kemiripan kriteria gejala dan tidak dapat dikatakan sama. contohnya gangguan skizotipal, gangguan kepribadian skizoid, bahkan gangguan kepribadian paranoid memiliki kriteria yang mirip dalam gejala gangguan skizoafektif. Sehingga alangkah baiknya jika anda merasakan sesuatu pada diri untuk segera mengunjungi ketenaga ahli atau orang yang profesional dan untuk mendapatkan diagnosis yang jelas pada diri anda. Dengan demikian dapat ditangani lebih cepat.

Sekian dari saya, jika ada hal yang ingin ditanyakan saya mempersilahkan untuk mengisi bagian komentar di bawah, atau dengan klik contact me.

Terima Kasih

Gaya Pengasuhan dan Interaksi Orang tua-Anak

Dalam pengasuhan anak tentu akan memiliki dampak terhadap perkembangannya, oleh sebab itu orang tua dalam memberikan pengasuhan kepada anak tidak dapat sembarangan dan berhati-hati dalam mendidik, karena anak akan memiliki dampak yang akan membentuk suatu karakter pada dirinya hingga nanti ia menjadi orang dewasa. Biasanya orang tua memiliki 2 ciri yang paling umum dalam tugas…

Pernikahan di usia dini

Melihat fenomena yang terjadi belakangan ini mengenai pernikahan di usia dini, tentu turut diperhatikan oleh berbagai pihak yang terkait mengenai hal ini. Terutama pernikahan dini yang di maksud yaitu usia dibawah 17 tahun. Pembahasan kali ini tentu diluar dari konteks Suku, Agama, Budaya, dan Kepercayaan suatu keluarga atau individu. Pernikahan secara kharafiah merupakan suatu proses…

Polemik LGBT yang pernah terjadi di Indonesia

Dahulu pernah terjadi polemik pendapat yang di kemukakan oleh DS bahwa LGBT merupakan gangguan yang di sebabkan oleh masa lalu seseorang, dan hal tersebut dapat disembuhkan dengan hypnotherapi. Sebelumnya DS merupakan seorang yang memiliki gelar Doktor Psikologi namun mengaku dirinya psikolog dan memiliki license untuk praktek dan ternyata hal tersebut tidak ada. Diluar dari permasalahan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: